IT Forensik


IT forensik merupakan ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat).

Definisi sederhana dari IT-Forensik yaitu penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh pada suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk memelihara barang bukti tindakan kriminal. Sedangkan menurut Noblett, IT Forensik berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media computer dan menurut Judd Robin, IT-Forensik yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin.

Lanjut membaca

Perbandingan Cyberlaw di Beberapa Negara


Cyberlaw merupakan hukum yang digunakan di dunia maya (cyber) yang umumnya diasosiasikan dengan internet. Cyberlaw dibutuhkan karena aktivitas berinternet tidak terbatas pada ruang dan waktu. Di sisi lain, internet dan jaringan komputer di samping sisi positifnya, juga dapat memungkinkan terjadinya kriminalitas di dunia maya (cyber crime) , seperti : pencurian atau penghilangan informasi penting, perjudian, akses ke komputer lain tanpa izin. Berikut ini akan disajikan informasi mengenai cyberlaw di beberapa negara.

Lanjut membaca

Tips Menentukan Manajer Proyek yang Baik


Image : http://certivprojectmanagement.com.au/

Berikut ini kualifikasi teknis maupun nonteknis yang harus dipenuhi seorang Manajer Proyek yang saya sarikan dari IT Project Management Handbook.

Setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:

  • Karakter Pribadinya
  • Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
  • Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin

Lanjut membaca

COCOMO(Constructive Cost Model)


COCOMO model, yaitu suatu model parametris pengestimasian yang menghitung jumlahFP dalam perencanaan serta pengembangan perangkat lunak, mengenal tiga macampengimplementasian dalam evolusinya sejak dari awal kejadiannya hingga kini, yaitu:

  •   Basic (COCOMO I 1981)

o Menghitung dari estimasi jumlah LOC (Lines of Code);

  • Intermediate (COCOMO II 1999)

o Menghitung dari besarnya program dan “cost drivers”  (faktor-faktor yangberpengaruh langsung kepada proyek), seperti: perangkat keras, personal, danatribut-atribut proyek lainnya;

o Mempergunakan data-data historis dari proyek-proyek yang pernah menggunakanCOCOMO I, dan terdaftar pengelolaan proyeknya dalam COCOMO database.

  • Advanced

o Memperhitungkan semua karakteristik dari “intermediate ” di atas dan “cost drivers ” dari setiap fase (analisis, desain, implementasi, dsb) dalam siklus hiduppengembangan perangkat lunak.

Lanjut membaca

Kenapa Harus Open Source ?


gambar logo berbagai software open source

Image : lostintechnology.com

Dalam membuat aplikasi, programmer disuguhkan dengan beragam jenis software development, mulai dari yang gratis sampai yang berbayar. Biasanya, software berbayar (shareware) diniilai lebih memudahkan dalam pengembangan sebuah software/aplikasi. Contohnya Adobe Dreamweaver, sebuah software yang diperuntukan untuk pengembangan website.

Software ini memudahkan para pengembang dengan berbagai macam fitur yang membuat pembuatan website lebih cepat dan mudah. Seperti fitur drag and drop yang memungkinkan pengembang untuk membuat suatu objek hanya dengan mengklik-geser tools tanpa harus mengetikkan kode-kode-nya secara manual. Jadi pengembangan website menjadi jauh lebih cepat. Namun harga yang dibayar setimpal dengan segudang fitur yang diberikan tersebut.

Lanjut membaca

Cyber Crime : Indonesia Tertinggi di Dunia


Image : http://www.net-security.org

“Kasus cyber crime di Indonesia adalah nomor satu di dunia,” kata Brigjen Anton Taba, Staf Ahli Kapolri.

- Kompas.Com

Jumlah kasus cyber crime atau kejahatan di dunia maya yang terjadi di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia, antara lain, karena banyaknya aktivitas para hacker di Tanah Air. Seiring dengan berkembanganya teknologi internet, tidak hanya kemudahan berkomunikasi dan bertransaksi, namun  juga  resiko kejahatan lewat dunia maya pun semakin tinggi.

anyaknya dampak negatif yang timbul dan berkembang, membuat suatu paradigma bahwa tidak ada komputer yang aman kecuali dipendam dalam tanah sedalam 100 meter dan tidak memiliki hubungan apapun juga. David Logic berpendapat tentang Internet yang diibaratkan kehidupan jaman cowboy tanpa kepastian hukum di Amerika, yaitu: ”The Internet is a new frontier. Just like the Wild, Wild West, the Internet frontier is wide open to both exploitation and exploration. There are no sheriffs on the Information Superhighway. No one is there to protect you or to lock-up virtual desperados and bandits. This lack of supervision and enforcement leaves users to watch out for themselves and for each other. A loose standard called “netiquette” has developed but it is still very different from the standards found in “real life”. Unfortunately, cyberspace remains wide open to faceless, nameless con artists that can carry out all sorts of mischief “

Lanjut membaca

Spesifikasi Berbagai Macam Profesi TI


profesi IT

System Analyst

Deskripsi Pekerjaan

System analyst merancang solusi IT baru untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan produktifitas. Pekerjaannya dapat untuk ekstrenal client atau internal client (seperti departemen dalam organisasi yang sama).

Bekerja secara dekat dengan client, analis memeriksa model bisnis dan aliran data, mendiskusikan penemuan mereka dengan client, dan merancang solusi IT yang tepat.

Mereka menghasilkan sketsa rancangan dan meminta sistem IT baru, menentukan operasi yang akan dijalankan oleh sistem, dan cara data akan dilihat oleh user, memberikan rancangannya pada client dan setelah disetujui, bekerja secara dekat dengan tim client untuk mengimplementasikan solusi.

Lanjut membaca

Dasar-Dasar Etika dan Profesionalisme TSI


Apa Pengertian Etika ?

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.

Apa pengertian Profesionalisme ?
Profesionalisme berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan menurut Longman (1987) profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional.

Apa pengertian Teknologi Sistem Informasi (TSI)?
Lucas (2000) menyatakan bahwa teknologi informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis.

Menurut penulis, apa itu Etika dan Profesionalisme TSI ?
Merupakan aturan tingkah laku dalam menggunakan teknologi sistem informasi secara profesional.

Kapan Etika dan Profesionalisme TSI harus diterapkan ?
Ada empat isu etika era informasi pada umumnya, yaitu privacy (kerahasiaan), accuracy (kebenaran), property (kepemilikan), accessibility (hak akses).

  • Privacy. Contohnya, sebagai administrator untuk backup dan replikasi data, mereview data yang dipercayakan kepada Anda dilakukan seperlunya bila terkait dengan pekerjaan. Anda harus profesional.
  • Accuracy. Informasi yang diberikan harus benar, ter-otentikasi, tepat, akurat, dan bertanggung jawab karena apa yang Anda informasikan bisa jadi merupakan bahan referensi dalam membuat keputusan.
  • Property. Aspek ini berhubungan dengan siapa pemilik informasi, bagaimana harganya, siapa channel atau bagaimana informasi itu mengalir, siapa yang boleh mengakses.
  • Accessibility. Berhubungan dengan informasi apa yang dapat diperoleh orang seseorang atau organisasi, dan dalam kondisi seperti apa. Hak akses ini erat hubungannya dengan privasi dan sekuriti.

Siapa saja yang harus menerapkan etika dan profesionalisme TSI ?
Pada dasarnya, setiap pengguna teknologi informasi wajib mematuhi etika dalam menggunakan informasi yang diperolehnya. Jika kita bekerja, maka tak ada salahnya kita memperkenalkan etika dan profesionalisme TSI di lingkungan bekerja kita.

 

TEKNOLOGI SPEECH SYNTHETIZER


Kualitas terpenting dari sebuah aplikasi speech synthesizer adalah seberapa “alami”, dan “inteligibel” output yang dihasilkannya. Alami, artinya seberapa dekat suara yang dihasilkan aplikasi speech synthesizer dengan suara manusia. Sedangkan inteligibel adalah seberapa mudah output tersebut dipahami oleh manusia. Semua aplikasi speech synthesizer berusaha untuk menghasilkan output yang alami dan inteligibel sekaligus.

Sampai saat ini, ada banyak teknologi untuk meng-generate gelombang suara sintetis ini. Dua teknologi yang paling banyak digunakan adalah concatenative synthesis dan formant synthesis. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan sendiri-sendiri.

Teknologi pertama, concatenative synthesis, berbasis pada rangkaian (atau merangkai bersama) segmen-segmen dari suara yang direkam. Umumnya, teknologi ini menghasilkan suara sintesis yang terdengar paling alami.

Namun, perbedaan antara suara alami yang direkam dengan segmentasi gelombang bunyi kadang menghasilkan suara yang mengganggu. Mirip seperti suara pemberitahuan nomor antrean di bank atau suara call center operator ponsel yang menyebutkan sisa pulsa dan masa berlaku kartu ponsel Anda.

Teknologi kedua, format synthesis, tidak menggunakan sampel suara manusia, melainkan membuat suara sintesis menggunakan model akustik. Parameter-parameter seperti frekuensi dasar, alunan suara, dan tingkat kebisingan bervariasi dari waktu ke waktu untuk menciptakan gelombang suara buatan.

Kebanyakan aplikasi berbasis teknologi ini menghasilkan suara buatan (tidak alami) seperti suara robot. Melihat keterbatasan kedua teknologi ini dalam mengasilkan suara buatan, seperti kita harus sabar menunggu pengembangannya lebih lanjut dalam beberapa tahun atau dekade ke depan.

Copas dari : http://frankie-htp.blogspot.com/2010/03/teknologi-speech-synthesizer.html